Rekam Jejak Kompol Rezeki Revi Respati: Dari Penyidik Bareskrim hingga Alumnus Sespimmen Dikreg 66
Setiap perwira Polri memiliki jalan kariernya masing-masing, namun tidak banyak yang menempuhnya sambil terus menyempurnakan bekal akademik di sela kesibukan tugas operasional. Kompol Rezeki Revi Respati, S.H., S.I.K., M.Si., adalah salah satu contohnya. Perwira asal Tapaktuan ini kini menyandang status alumnus Pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-66 Tahun Anggaran 2026, capaian yang melengkapi deretan pengalamannya di berbagai satuan kerja strategis Polri.
Berangkat dari Bangku Akpol hingga Meja Kuliah Pascasarjana
Kompol Respati mengawali kariernya sebagai anggota Polri setelah lulus dari Akademi Kepolisian pada tahun 2010, tergabung dalam angkatan Dharma Ksatria. Namun perjalanan pendidikannya tidak berhenti di jenjang tersebut. Pada tahun 2020, ia menuntaskan studi magister Ilmu Kepolisian di Universitas Indonesia dengan hasil yang membanggakan, yakni predikat cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif 3,9. Dalam tesisnya, ia mengangkat topik seputar relasi atasan dan bawahan sebagai faktor pembentuk komitmen organisasi di lingkungan Bareskrim Polri, sebuah kajian yang lahir dari pengamatannya langsung selama bertugas di institusi tersebut.
Jam Terbang di Dunia Penyidikan
Pengalaman Kompol Respati di bidang reserse terbilang cukup kaya dan lintas satuan kerja. Ia memulai tugas sebagai Penyidik di Subdirektorat 5 Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri sejak 2017, sekaligus tergabung dalam Satuan Tugas Anti Illegal Mining yang menangani kejahatan pertambangan tanpa izin, salah satu jenis kejahatan yang berdampak luas terhadap kerugian negara dan kerusakan lingkungan.
Memasuki periode 2021–2022, ia berpindah tugas ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya sebagai Kepala Unit Harta Benda, sekaligus menjadi bagian dari Satuan Tugas Anti Mafia Tanah Polri yang berhasil mengungkap sejumlah kasus mafia tanah di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Selepas itu, ia dipercaya menjabat Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, memimpin langsung penanganan berbagai kasus kejahatan di wilayah padat penduduk dan aktivitas ekonomi tersebut.
Menjaga Wilayah Strategis Ibu Kota
Tak lama sebelum berangkat mengikuti pendidikan Sespimmen Dikreg ke-66, Kompol Respati menjabat Kapolsek Metro Gambir, kawasan yang menjadi denyut nadi pemerintahan nasional. Di posisi ini, ia turut mengambil peran dalam pengamanan sejumlah agenda nasional penting, termasuk Pemilihan Presiden 2024 serta pengamanan tamu VVIP dan tamu negara di kawasan Ring I Jakarta. Tugas semacam ini menuntut kecermatan tinggi dan kesiapan menghadapi berbagai skenario keamanan yang kompleks.
Menuntaskan Jenjang Pendidikan Kepemimpinan
Kelulusan dari Pendidikan Sespimmen Dikreg ke-66 Tahun Anggaran 2026 menjadi capaian penting berikutnya bagi Kompol Respati. Jenjang pendidikan ini memang disiapkan khusus untuk membekali perwira menengah Polri dengan wawasan kepemimpinan yang lebih matang, sejalan dengan tuntutan tanggung jawab yang semakin besar di masa depan. Ketika dinyatakan lulus seleksi dan berhak mengikuti pendidikan tersebut, Kompol Respati menyampaikan rasa syukurnya atas proses seleksi yang berlangsung ketat dan kompetitif.
Ia juga menuturkan bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu sumber inspirasi utama dalam menjalankan tugas kepolisian, khususnya dalam menjaga integritas, keberanian, serta konsistensi menegakkan kebenaran dan keadilan. Selain itu, ia turut menekankan pentingnya transformasi Polri menuju institusi yang lebih modern, profesional, dan humanis, melalui penerapan sistem meritokrasi yang objektif agar penempatan personel dapat disesuaikan dengan kompetensi masing-masing.
Dipercaya dalam Upacara Bersejarah
Sosok kepemimpinan Kompol Respati juga tercermin dari kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin upacara pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Jakarta Pusat. Momen ini tercatat istimewa karena menjadi pelaksanaan pertama dalam 58 tahun terakhir upacara tersebut digelar di museum yang didedikasikan untuk mengenang Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani.
Comments
Post a Comment